
Komunitas Sahabat Kereta menggelar kegiatan Mini Gathering Railfans di Stasiun Boharan pada Sabtu, 7 Maret 2026. Dalam kegiatan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti buka bersama, sosialisasi perlintasan, bagi-bagi takjil gratis kepada pengguna jalan, serta diskusi seputar safety hunting dari humas KAI Daop 8 Surabaya, membahas sejarah Stasiun Boharan, napak tilas Stasiun Boharan bangunan lama, photography safety hunting.
Komunitas Sahabat Kereta mengundang masyarakat umum dan beberapa komunitas pecinta kereta api (Railfans). Seperti Java Train, Si Puong, Malang Raya +444, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Wilayah Jawa Timur, Barisan Generasi Sepur Sidoarjo, Railfans media seperti Cinta Kereta Api Indonesia, dan ID Railfans. Sahabat Kereta juga mengundang perwakilan dari humas KAI Daop 8 Surabaya, Bapak Erlangga, Unit Polisi Khusus Kereta (Polsuska), dan Kepala Stasiun (KS) Boharan, Bapak Firdaus. Dalam sambutannya, Bapak Firdaus mengucapkan terima kasih karena telah memilih Stasiun Boharan sebagai tempat Mini Gathering

Sahabat Kereta juga melakukan kegiatan sosialisasi keselamatan perlintasan kereta sebidang dilakukan di PJL 47 Jalan Jatikalang, Boharan, Sidoarjo dengan memberi himbauan melalui pengeras suara kepada pengguna jalan, agar senantiasa mendahulukan perjalanan kereta api. Berhenti ketika mendengar sirine berbunyi dan palang pintu perlintasan mulai menutup, tidak nekat menerobos palang pintu perlintasan, hingga tengok kanan-kiri sebelum melintasi perlintasan sebidang guna memastikan tidak ada kereta api yang hendak melintas.
Selain himbauan melalui pengeras suara, sosialisasi juga dilengkapi dengan membentangkan poster dan spanduk yang berisi dampak negatif serta aturan yang mengatur tentang mengutamakan perjalanan kereta api. Sebagaimana aturan yang telah ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Harapannya, pengguna jalan bisa lebih berhati-hati ketika sedang melintasi perlintasan sebidang. Kedisiplinan ditujukan demi kenyamanan dan keamanan semua pihak, baik dari pengguna jalan maupun perjalanan kereta api.

Mengingat beberapa waktu belakangan kecelakaan kereta masih marak terjadi, khususnya di perlintasan sebidang. Kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang, umumnya disebabkan karena kelalaian pengguna jalan. Yang mana jika sudah mendengar sirine berbunyi dan palang pintu perlintasan mulai tertutup, pengendara justru nekat menerobos.
Belum lagi ditambah dengan kasus orang yang tertemper kereta api di perlintasan. Karena sejatinya perlintasan kereta api merupakan tempat yang berbahaya untuk melakukan aktivitas. Mengingat kecepatan kereta api semakin cepat dan intensitas kereta api yang melintas pun semakin padat.
Sosialisasi keselamatan di perlintasan berjalan dengan aman dan lancar. Sambil menunggu buka puasa, kegiatan ditutup dengan pemaparan sejaran singkat tentang Stasiun Boharan oleh koordinator IRPS Wilayah Jawa Timur, Bapak Rizky Nur Adrianto. Beliau memaparkan bahwa Stasiun Boharan yang sekarang merupakan bangunan baru. Sedangkan Stasiun Boharan lama berada tepat di sebelah kanan Stasiun Boharan baru. Sekilas bangunan masih terlihat kokoh namun demi keselamatan dan kenyamanan, akhirnya diganti dan dipindahkan ke bangunan baru.
Diterbitkan oleh M4 Sahabat Kereta
